2017-Jul-03 03:40:00  Utama

Banda Aceh | Seuramoe Newsroom. Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Aceh menggelar apel purna tugas di lapangan Blang Padang Banda Aceh, Rabu (21/6). Gubernur Aceh Zaini Abdullah bertindak sebagai pembina dalam apel bersama tersebut.

Zaini Abdullah sambutannya menyampaikan apresiasi yang dalam dan penghormatan yang tinggi kepada Panglima Kodam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, dan seluruh anggota Forkompimda atas prakarsa dan kerjasamanya yang sangat baik dalam menggelar upacara pelapasan tugas atau purna tugas selaku Gubernur Aceh.

"Ini sebuah tradisi baru dalam Pemerintahan Aceh", terang zaini.

Menurut zaini Selama lima tahun memimpin Aceh, ada 5 Pangdam,3 Kapolda, dan 3 Kajati yang menjadi bagian dari Pemerintahan Aceh.  Mereka semua adalah pejabat yang sangat professional dibidangnya masing-masing, dan teguh memegang konstitusi dan aturan perundang- undangan dalam menjalankan tugas.

"Alhamdulillah,seluruh agenda pembangunan 2 Aceh dapat berjalan baik, damai dan penuh dinamika  yang kondusif. Sekalipun ada riak-riak menjelang Pilkada Aceh 2016 lalu yang terjadi di daerah timur Aceh,  bencana alam di Pidie Jaya, Dataran Tinggi Gayo, banjir bandang disejumlah daerah, dan kerusuhan sosial di Aceh Singkil, serta berbagai gangguan keamanan lainnya," terang Zaini.

Berkat kerjasama dan kekompakan Forkompimda dalam meresponnya, Zaini bersyukur kondisi Aceh hingga saat ini dan seterusnya dalam keadaan damai, nyaman, aman dan rakyat dapat menjalankan kehidupannya dengan baik.

"Untuk ini Saya percaya dan menaruh harapan penuh kepada seluruh Anggota Forkompimda plus untuk tetap menjaga kekompakan ini, menjadi teladan bagi rakyat dan dapat sepenuhnya menjalankan tugas sesuai dengan bidang tanggungjawab masing-masing. Keutuhan, keharmonian, dan sinergitas adalah kunci dari semua keberhasilan kerja kita," jelasnya lagi.

Dalam kesempatan itu juga Zaini menyampaikan beberapa hal sebagai bahan pertimbangan, haluan dan atau rambu-rambu bersama dalam menjadikan Aceh sebagai sebuah negeri baldatun taibatun warabun ghafur, Negeri Darussalam.

Pertama, Supremasi hukum untuk semua; Roda pemerintahan tidak dapat berjalan baik, bersih dan berkeadilan jika supremasi hukumnya lemah, diskriminatif, dan aturan yang ada tidak berjalan dan tidak berpihak pada keadilan. Untuk ini Aceh sebagai daerah  yang bersendikan nilai-nilai Syariat Islam harus menjadi pelopor dan teladan dalam supremasi hukum, tidak boleh ada diskriminasi hukum, dan tidak ada keraguan dan atau pilih kasih dalam memberikan sanksi kepada yang melanggar hukum.

"Saya percaya seluruh jajaran aparat penegak hukum di Aceh, dapat menjalankan tugasnya secara professional, taat asas, tidak ragu dan tidak pilih kasih," lanjut Zaini.

Kedua, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai landasan konstitusional Pemerintahan dan Pembangunan Aceh; Sudah 10 tahun Undang-Undang Pemerintahan Aceh berlaku. Selama itu pula kita memegang teguh seluruh isi undang-undang dan turunannya. Sekalipun masih belum sepenuhnya dapat kita jalankan, namun berkat kerjasama yang baik, komitmen yang kuat dan kesamaan pandang kita dalam membangun Aceh,

"Alhamdulillah sebagian besar isi undang-undang tersebut telah menjadi landasan kerja kita. Ke depan saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan Irwandi Yusuf Undang-Undang Pemerintahan Aceh masih tetap utuh dan menjadi landasan Pemerintah Aceh dalam menjalankan roda pembangunan," ungkapnya.

Ketiga, Peradaban Islam adalah Peradaban Aceh; Sejarah mencatat bahwa Aceh sebagai gerbang utama Peradaban Islam masuk ke Indonesia. Sehingga Aceh digelar Serambi Mekkah. Itu artinya akar peradaban Aceh adalah dari Peradaban Islam.

"Untuk ini saya percaya dan menaruh harapan besar bahwa dalam masa 5 sampai 10 tahun ke depan Aceh akan bangkit menjadi sebuah  Negeri yang berperadaban Islam secara kaffah," harap Zaini.

Di akhir sambutannya Zani menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum, keamanan  TNI/Polri yang telah mendukung tugas-tugas pengamanan selama kepemimpinannya lima tahun terakhir ini dan mohon pamit sekaligus mohon maaf jika ada kebijakannya yang tidak berkenan.

Selanjutnya Zaini berharap kepada rakyat Aceh, untuk dapat memberikan dukungan penuh kepada Gubernur Irwandi dan Wakil Nova Iriansyah, untuk tetap istiqamah menjalankan butir-butir MoU Helsinki dan UUPA berserta turunannya. Karena itulah landasan konstitusi Aceh sebagai daerah khusus dan istimewa (self government). (rd/ri)

 

 Video Youtube
Belum Ada
 s3ur4m03  Inspirasi
Profil Plt Gubernur Aceh Mayjen TNI (Purn) Soedarmo
 2016-Nov-03 04:51:00

Mayjen TNI (Purn) Soedarmo resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh setelah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo…

 s3ur4m03  Inspirasi
Zaini Abdullah Sang Gubernur
 2016-Nov-03 02:54:00

dr. H. Zaini Abdullah (lahir di Sigli, Aceh, 24 April 1940) adalah Gubernur Aceh Periode 2012-2017. Bersama wakilnya, ia dilantik…

 s3ur4m03  Inspirasi
Muzakir Manaf Sang Wakil Gubernur
 2016-Oct-09 09:10:00

Muzakir Manaf (lahir di Seuneudon, Aceh, 1964) adalah Wakil Gubernur Aceh saat ini. Ia terpilih pada Pemilukada Aceh 9 April…

 s3ur4m03  Infografis
Penanganan Gizi Buruk di Aceh
 2016-Oct-31 03:23:00

Pemerintah Aceh serius menangani masalah gizi masyarakat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari menurunnya angka kasus gizi buruk…

 s3ur4m03  Infografis
Penegerian Universitas Swasta
 2016-Oct-09 09:28:00

Penegerian Universitas Swasta

Belum Ada
PENAS KTNA XV 2017
 2017-May-06  2017-May-06

PENAS (Pekan Nasional) KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) XV 2017

Aceh Go Digital Be The Best
 2016-Nov-02  2016-Nov-02

Menuju Pariwisata Berbasis Digital

Rakerda Dekranasda
 2016-Oct-17  2016-Oct-19

Rakerda Dekranasda dan Pameran Kerajinan Unggulan Kabupaten/Kota