Beranda » Berita & Artikel

Hizbut Tahrir Indonesia Tolak RUU Ormas

15 April 2013

Tolak RUU OrmasBanda Aceh, 15/04/2013 (Seuramoe Newsroom) Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Banda Aceh Rencananya, RUU ormas akan dibawa Faktanya, RUU masih mengusung semangat mengontrol dan merepresi ala orde baru melalui larangan berpolitik bagi ormas (pasal 7 RUU ormas) dan kontrol ketat ormas oleh pemerintah (pasal 58, pasal 61, dan pasal 62 RUU ormas).juga terlihat dari begitu luasnya cakupan dari definisi ormas,sehingga alih-alih RUU ini akan memberikan ruang gerak yang lebih longgar untuk kemajuan masyarakat melalui partisipasi ormas dalam pemberdayaan masyarakat, RUU ini justru sangat berpotensi membungkam sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah dengan berbagai dalih. ke sidang paripurna hari jum’at(12/4) untuk disahkan. Namun, pembahasanya masih menjadi pro-kontra. Draf terbaru RUU ormas (9/4) telah menghapus asas tunggal pancasila pada pasal 2, dan akan disamakan dengan UU parpol.

RUU ini juga tampak sangat diskriminatif karena ada perbedaan pengaturan antara ormas biasa dengan ormas yang merupakan sayap partai (pasal 4 RUU ormas) sehingga terkesan parpol mau menangnya sendiri. Semua ormas harus tunduk kepada RUU ini, sedang ormas milik parpol tidak.

Rahmat Ibnu Umar, Ketua Hizbut tahrir indonesia DPD II Banda Aceh menyatakan:
1. Menolak RUU ormas karena RUU ini menjadi pintu yang sangat nyata bagi kembalinya rezim represif ala orde baru. RUU ini juga berpotensi sangat besar membungkam suara kritis masyarakat terhadap pemerintah dengan berbagai dalih.

2. Sesungguhnya yang diperlukan sekarang adalah menata ulang kerangka berfikir secara benar tentang bagaimana membina masyarakat dan membawa negeri ini ke arah yang tepat, serta mengenali apa atau siapa sesungguhnya yang menjadi ancaman terbesar buat negeri ini dan bagaimana cara menghadapinya. Dari fakta yang ada, ancaman yang terbesar itu tidak lain adalah ideologi sekularisme, kapitalisme dan imperialisme modern yang telah mencengkeram negeri di berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang politik dan ekonomi sehingga masyarakat terkotori dan negeri ini bergerak kepada arah yang salah.

Untuk membalik arah perjalanan negara akibat pengaruh ideologi sesat menuju arah yang benar itulah semestinya energi benar bangsa ini harus diarahkan. Bukan justru menimbulkan sikap represif apalagi terhadap kegiatan keuamatan.

3. Menyerukan kepada umat untuk dengan sungguh–sungguh berjuang bersama-sama bagi tegaknya kembali syariah dan khilafah. Yakinlah hanya dalam naungan daulah khilafah saja kerahmatan islam yang telah dijanjikan oleh Allah SWT itu benar-benar akan terwujud, sedemikian sehingga arah pejalanan negara ini menjadi tepat dimana peran serta masyarakat melalui berbagai kegiatan dan organisasi demi kemajuan masyarakat akan mendapatkan tempat yang terhormat. Insya Allah. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal mawla wa ni’man nashiir. Demikian ungkap ketua DPD II Hizbut Tahrir Indanesia di Banda Aceh “Rahmat Ibnu Umar” (Mus/Wan/MC_Aceh)

 
Dikembangkan dan dikelola Oleh Dishubkomintel Aceh